Sunday, March 17, 2013

Contoh Karya Ilmiah Dengan Metode Deskriptif


KELOR PENAKLUK DIABETES

Ariq Muammar Riyantobi
IX-I

Karya ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu kompetensi dasar dalam pelajaran Bahasa Indonesia





                                                             SMP Negeri 92
Jl. Perhubungan XII, Pulogadung, Jakarta Timur
Maret 2013





KATA PENGANTAR  
        
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat pertolonganNya kami dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Kelor Penakluk Diabetes”. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami ucapkan kepada Ibu Nunung Nurjana selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, sekaligus guru pembimbing yang telah membantu kami dalam proses pengerjaan karya ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi kontribusi langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ini.
Tentunnya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ini berguna dan juga bisa menambah pengetahuan dan pengalaman para pembaca.
Jakarta, Maret 2013
Ariq Muammar Riyantobi





Kelor Penakluk Diabetes
BAB I PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Tanaman Kelor merupakan tanaman yang mudah ditemukan diberbagai daerah di Indonesia. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7-11 meter. Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai yang pada saat muda berwarna hijau muda dan setelah tua berwarna hijau tua atau hijau kecoklatan. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang.
Kebanyakan dari masyarakat Indonesia memanfaatkan tanaman kelor hanya untuk dikonsumsi. Namun kelor juga diketahui bahwa kelor merupakan tanaman yang multiguna. Hampir semua bagian dari tanaman kelor dapat dijadikan sebagai sumber makanan sekaligus pakan ternak dan unggas. Memang sejak dulu nenek moyang kita telah menggunakan kelor dalam kegiatan sehari-hari, tapi akhir-akhir ini tanaman kelor sudah jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Tanaman kelor juga kerap dipercaya secara turun-menurun sebagai tanaman obat yang mujarab, yang dapat menyembuhkan bermacam penyakit. Diantara bagian yang terdapat pada tanaman kelor, yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisonal adalah daunnya. Sehingga mulai banyak ahli ilmiah yang memulai untuk meneliti manfaat dari tanaman kelor lebih mendalam.
1.2     Perumusan Masalah
Bagaimana cara menggunakan tanaman kelor untuk menyembuhkan penyakit diabetes?

1.3     Tujuan Penelitian
Penelitian  ini dilakukan untuk menjelaskan manfaat dari daun kelor untuk menyembuhkan penyakit diabetes.

1.4     Kegunaan
1.     Agar para pembaca dapat mengatahui manfaat dari tanaman kelor.
2.     Agar para pembaca mengatahui lebih mendalam tentang penyakit Diabetes (Diabetes Mellitus).
3.     Agar para pembaca bisa lebih memanfaatkan daun kelor dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II KAJIAN TEORI
2.1     Kerangka teori
a.     Tanaman Kelor (Moringe oleifera) atau merunggai adalah pohon yang cepat tumbuh, tinggi hingga 8 m, akarnya membesar, kulit akar dan daun memiliki rasa atau sifat khusus
b.     Penakluk adalah yang menaklukan
c.      Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan sekresi dan eksresi urin dalam jumlah  yang banyak terutama Diabets Mellitus
2.2     Kerangka Konsep
                   Tanam Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae yang dipercaya dapat mengalahkan/menaklukan penyakit diabetes.
Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tertua pada manusia. Berasal dari istilah kata Yunani, Diabetes yang berarti pancuran dan Melitus yang berarti madu atau gula. Kurang lebih istilah Diabetes Mellitus menggambarkan gejala diabetes yang tidak terkontrol, yakni banyak keluar air seni yang manis karena mengandung gula. Oleh karena demikian, dalam istilah lain penyakit ini disebut juga “Kencing Manis”.Secara definisi medis, definisi diabetes meluas kepada suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif.

 BAB III METODE
3.1     Metode
          Penelitian/Karya Ilmiah ini menggunakan metode deskriptif,yaitu metode yang ememberikan gambaran atau uraian suatu keadaan sejelas mungkin  isi bab 3 “Kelor Mampu Menaklukan Diabetes Mellitus” pada buku yang berjudul “Ternyata Kelor Penakluk Diabetes!
3.2     Sampel
Buku yang digunakan untuk menunjang karya ilmiah ini adalah buku yang berjudul “Ternyata Kelor Penakluk Diabetes!” yang dikarang oleh Adi D. Tilong
3.3     Waktu & Tempat
Karena waktu & tempat yang terbatas, maka penelitian ini dilakukan di kelas 9.1, SMPN 92.  Mulai tanggal 12 Februari – 5 Maret 2013



BAB IV PEMBAHASAN
4.1     Definisi Masalah
                    Saat, ini penyakit Diabetes Mellitus tidak hanya dianggap sebagai gangguan matabolisme karbohidrat tetapi menyangkut metabolisme protein dan lemak.  Akibatnya, Diabetes Mellitus sering kali menimbulkan komplikasi yang bersifat menahun (kronis), terutama dan fungsi pembuluh darah. Jika hal ini dibiarkan begitua saja, akan timbul komplikasi lain yang cukup fatal, bahkan sebagian tubuh bisa diamputasi.
Beberapa faktor yang dapat memepertinggi risiko Diabetes Mellitus atau faktor penyebab Diabetes Mellitus adalah:
1.     Kelainan Genetika atau keturunan
2.     Usia
3.     Gaya Hidup (Stress)
4.     Pola Makan yang salah
          Tingkat kadaer gula menentukan terserangnya diabets melittus atau tidak pada diri seseorang. Kadar gula darah yang normal berkisar 70-150 mg/dl atau 4-8 mmol/l. Meskipun demikian, kadar gula darah tentu saja mengalami peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan setelah pagi hari (setelah bangun tidur).
          Diabetes Mellitus sering kali disebut juga sebagai  the great imitator, yaitu penyakit yang dapat menyerang semua organ  tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Penyakit ini timbul secara perlahan, sehingga seseorang tidak menyadari adanya beragam perubahan pada dirinya.
          Jenis Diabetes Mellitus dikelompokan menurut sifatnya, yakni Diabetes Mellitus tipe 1 dan tipe 2. Diabetes Mellitus tipe 1 adalah diabetes yang timbul karena keukarang insulin atau IIDM (insulin dependent Diabetes Mellitus). Insulin adalah hormon yang diproduksioleh sel beta di pankreas, sebuah kelenjaryang berfungsi mengatur metabolisme gula menjadi energi, sekaligus merubah gula menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot .Tipe itu biasanya disebabkan oleh desrtuksi sel beta langerbans akibat proses autoimun atau hilangnya sel beta penghasil insulin pada “pulau-pulau” langerbans pankreas. Diabetes jenis ini banyak ditemukan pada balita, anak-anak, dan remaja. Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya bisa diobati dengan terapi insulin yang dilakukan secara terus-menerus dan berkisinambungan.
          Sedangkan Diabetes Mellitus tipe 2 atau NIDDM (noninsulin dependent Diabetes Mellitus) disebabkan  oleh insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah strukturnya, sehingga hanya sedikit gula yang berhasil masuk sel dan sel mengalami kekurangan gula. Di sisi lain, gula menumpuk di dalam darah. Kondisi tersebut dalam jangka panjang merusak pembuluh darah dan menimbulkan beragam komplikasi.
          Jika tidak segera ditangani, dalam jangka panjang Diabetes Mellitus bisa menimbulkan beragam komplikasi, yang biasanya adala ganguan pembuluh darah yang berupa:
1.     Pembuluh darah otak (stroke),
2.     Pembuluh darah mata (gangguan penglihatan),
3.     Pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner),
4.     Pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta
5.     Pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh/gangren).
         
4.2     Uraian
          Ternyata, terbukti bahwa tnaman kkelor bukan sekedar dijadikan sebagai bahan sayur, obat encok, apalagi peluruh kekuatan magis. Di ketahui bahawa tanaman kelor juga mampu menaklukan Diabetes Mellitus. Menurut hasil penelitian Dr. Daoo Jayesheree di Jhunjhunwala College, Mumbai, India, daun kelor terbukti bahwa dapat memberikan efek signifikan untuk mengatasi Diabetes Mellitus.  
          Bukti lainnya ialah hasil penelitian Jaiswal Dolly, periset dari Departemen Kimia, Universitas Allahabad, India, yang membuktikan bahwa ekstrak kelor lebih efektif menurunkan kadar gula darah daripada glipizide, obat yang biasa direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi Diabetes Mellitus.
Lebih dari itu, ternyata daun kelor juga berkhasiat menyembuhkan Diabetes Mellitus, yang telah dibuktikan melalui pengujian medis. Dari tinjauan ilmiah, tanaman kelor seperti barang ajaib karena bisa membagun kembali tulang yang lemah, mengatasi kekurangan sel darah merah, dan membantu mengatasi persoalan ibu-ibu pendertia gizi buruk dalam merawat anak yang kurang gizi.
Mengenai cara kerja tanaman kelor sebagai obat yang mampu membasmi Diabetes Mellitus ini belum ada literatur yang menjelaskannya, Beberapa penelitian dan uji medis hanya menjelaskan keampuhannya. Meskipun begitu, yang jelas, tanaman kelor sangat ampuh mengatasi Diabetes Mellitus.
Penderita Diabetes Mellitus biasanya mengalami proses produksi insulin yang berkurang. Untuk mengatasi diabets mellitus, dapat digunakan daun kelor sebagai obat herbal. Daun kelor bisa kita ramu menjadi obat Diabetes Mellitus dengan cara:
1.     Rebuslah daun kelor (10-15 lembar) dengan air 3 gelas.
2.     Didihkan rebusan tersebut hingga tersisa 1 gelas.
3.     Saringlah ampas daun kelor.
4.     Minumlah air rebusan sekaligus.
5.     Lakukan 3 kali sehari selama 1 bulan.
Guna memperoleh khasiat maksimal hendaknya,perubasan dilakukan berulang kali, maksimal 3 kali. Artinya setelah direbus, herbal didamkan hingga dingin, lalu disaring. Setelah itu, sisa rebusan kembali ditambahkan air , kemudian rebus kembali, dan begitu seterusnya. Tujuannya agar senyawa yang terkandung dalam herbal seluruhnya larut dalam air. Nah 3 kali hasil rebusan itu dicampur lalu dikonsumsi.
Mengenai hal tersebut, ahli farmasi dari Sekolah Farmasi Institut Tekhnologi Badung (ITB), Prof. Dr. Elin Yulinah Sukandar, dalam Trubus, menjelaskan bahwa perubusan merupakan salah satu tekhnik ekstrak bahan aktif menggunakan air sebagai pelarut.

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
          Jadi, dapat disimpulkan bahwa Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan merupakan penyakit yang bersifat menahun (kronis). Diabetes Mellitus disebabkan oleh kekurangan insulin dan penumpukan kadar gula di pembuluh darah, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, bagian tubuh diamputasi, bahkan kematian. Diabetes Mellitus juga bisa diartikan sebagai penyakit hiperglikemia atau kadar gula darah yang melebihi batas normal (120mg/dl).
          Namun, semenjak kemajuan tekhnologi yang menjadi serba canggih para ahli ilmiah pun lebih intensif dalam meneliti beberapa hal. Dan akhirnya pada beberapa tahun belakangan ini para ahli ilmiah menemukan khasiat tanaman kelor yang begitu luar biasa khusunya ekstrak daun kelor yang dapat menaklukan diabetes.



5.2 Saran
          Pada karya ilmiah ini penulis menyarankan kita semua harus bisa mengahadapi era globalisasi ini dengan memeliki sikap yang peka terhadap dampak positif yang ditimbulkan oleh globalisasi dan tidak mengambil dampak negatifnya, kita harus memiliki gaya hidup yang sehat agar tidak rentan terhadap penyakit-penyakit yang berbahaya. Jika pembaca memiliki penyakit diabetes atau penyakit lainnya yang berbahaya, kita tidak harus terus-menerus meminum obat-obatan dari dokter, karena dapat merusak/ menganggu kinerja ginjal. Sebaliknya kita harus lebih menambah wawasan kita dengan membaca artikel, buku atau dari mana saja tentang obat-obat dari tumbuhan (herbal) yang tidak memberikan efek samping. Namun jika penyakit yang diderita pembaca tidak memiliki obat herbal, maka pembaca harus meminum obat-obatan yang diberikan oleh dokter dengan memerhatikan dosis dan efek sampingnya.



DAFTAR PUSAKA

No comments:

Post a Comment